BADAI21
News Update
Loading...

Featured

[software][recentbylabel]

Featured

[Featured][recentbylabel]

Asal SEO

Sabtu, 06 Agustus 2016

Screen Hunter terbaru




Ayo download screen hunter terbaru .  Software ini untuk membuat screenshoot yang full screen . software ini gratis . dan software ini sangat simple monggo di download, atau langsung ke situs resminya
SCREEN CAPTURE


Software ini mampu mendownload file yang besar



Torrent adalah sebuah metode tranfer ataupun saling berbagi data (file sharing) baik itu berupa download dan maupun upload dalam jumlah tertentu (Kilobyte, Megabyte, Gigabyte, Terrabyte) dengan mengguna- kan teknik Peer to Peer (P2P). Maksud Peer to Peer disini adalah terjadinya koneksi langsung antara server, uploader, dan downloader. Dalam metode torrent, pengguna torrent tidak hanya berfungsi sebagai downloader tapi sekaligus juga berfungsi sebagai uploader.

Langsung Saja Download disitus resminya Utorrent atau disini


atau

Jumat, 05 Agustus 2016

Baidu PC Faster WiFI Hostpot

Baidu PC Faster WiFI Hostpot




Baidu PC Faster WiFI Hostpot pungsinya yaitu untuk membuat Hostpot WiFi pada komputer kita, kita bisa membagi jaringan dengan Baidu PC ini sehingga perangkat seluler maupun laptop yang lain bisa mengakses internet dengan menggunakan data jaringan kita


Baidu PC Faster WiFI Hostpot ini juga bisa sharing data tapa menggunakan modem maupun kabel LAN, karena software ini sudah langsung membagikan jaringan


langsung saja download 
Puisi SEORANG LELAKI MENATAP BENDERA DI LANGIT SENJA

Puisi SEORANG LELAKI MENATAP BENDERA DI LANGIT SENJA

SEORANG LELAKI MENATAP BENDERA
DI LANGIT SENJA

Putri Aulia Ermawan

Di langit senja
Seorang lelaki menatap bendera
Dalam sepi yang dalam
Dalam sunyi yang kelam

Ia teringat
Saat pertama kali bom pecah
Memucratkan darah
Meruntuhkan segala yang ada
Sedang puing-puing jiwa,
di lumatkan lidah api

Semua pandangan gelap
Terasa hidup sedang sekarat
Lalu tamat
Matahari tertawa
Menghanguskan jiwa

Di langit senja
Seorang lelaki menatap bendera
Dalam gigil
Dalam hening
Mengoyak aroma bau mayat yang mengepul
Dan hinggap pada serpihan bingkai puisi kematian
Ribuan pahlawan tak kenal takut
Pada teriakan serdadu dan bunyi senjata

Bayang-bayang ketakutan
Melotot setiap saat
Menghancurkan kebahagiaan
Merapuhkan doa

Negara ini semakin mabuk
dan hampir ambruk

Di langit senja
Seorang lelaki menatap bendera
Lukanya mengiris isak tangis
dan angin hanya bisa meludah sepi
Duka juga nestapa
Belum mampu memekarkan kebahagiaan.
Puisi SEORANG LELAKI MENGAYUH PERAHU DI LANGIT SENJA

Puisi SEORANG LELAKI MENGAYUH PERAHU DI LANGIT SENJA




SEORANG LELAKI MENGAYUH PERAHU
DI LANGIT SENJA

Putri Aulia Ermawan


Karanghawu memotret zaman
Dalam warna senja
Seorang lelaki mengayuh perahu
Dalam sepi yang dalam
Dalam sunyi yang kelam
Wajahnya seluas gelombang lautan
Dalam matanya tersimpan beratus musim
Dalam tubuhnya berderak segala cuaca


Di karanghawu, lelaki itu melukis bendera tanah airnya
Dalam warna perahu yang lusuh
Jiwanya yang perkasa tak akan patah dihantam ombak
Tak akan goyah dipukul badai
Bila kemarau datang meranjau
Panasnya menjejakkan luka dan menabur bara api
Punggung lelaki itu sesabar setiap percik air, setabah aroma garam
Dan bila hujan datang meradang
Angin berderak ditiang pancang
Tubuh lelaki itu sekuat karang, sekeras cadas


Di karanghawu
Dalam warna senja, seorang lelaki mengayuh perahu
Di hadapan lautan, ombak menghampar, takzim dalam tatapan matanya.
Ia melihat ikan lenyap entah kemana
Samar-samar asap pohon-pohon gemeretak dari jauh memenuhi langit
Udara berkabut dalam hidup yang kalut
Ia cintai wajah tanah airnya dengan segala kerja,segala doa


(Dari televisi, terdengar nyanyian Indonesia yang dibalut kemelut doa-doa dan fatwa berterbangan diantara iklan kosmetik dan merk-merk sabun mandi)

Jauh dilubuk segala peristiwa Lelaki itu telah menjaring beribu hari. Ia cintai wajah tanah airnya dengan keringat dan airmata
Ia ajari anak-anaknya membaca paragraf-paragraf  kehidupan
Syair-syair matahari dan rembulan. Bait-bait dan kidung luhur
Ia bacakan buku-buku kehidupan yang terbuka
“Inilah cintaku padamu tanah airku”


Tetapi di setiap hari, lelaki itu melihat hama dan epidemi yang menjelma dan bermunculan di televisi. Suara-suara bertumbangan. Tangisan yang samar mengirimkan berita dan bencana. Orang-orang mencuri hari di meja-meja birokrasi, menghitung angka-angka. Berkhianat dalam syahwat kesumat yang cacat. Menyakiti bangsanya sendiri dengan kebohongan.
Pohon-pohon terbakar, tanah terkapar, dan meja-meja birokrasi mengepulkan asap pengkhianatan. Pidato-pidato politik berselewengan seperti epidemi yang menyelasar wajah tanah air yang ia cintai)


Setiap malam sebelum berangkat ke laut
Lelaki itu menatap luas lautan lalu menyemai doa
“Wahai Tuhan penakluk lautan! Kirimkanlah segala dzikir melalui setiap lorong lautan
Datangkanlah kepada kami kerang dan ikan-ikan
Perlihatkanlah keperkasaan dan kemurahanmu diujung jala
Akan kukirim segala dzikir melalui buih ombak
Akan kugumamkan doa melalui getar udara dan cuaca
Aku takluk dan tunduk dihadapan wajah lautanMU
Wahai Tuhan yang maha pemurah! Telah kubajak hari-hariku dengan sepenuh cintaku. Tubuh yang meneteskan keringat adalah ibadahku
Pedih dalam telapak tanganku adalah dzikir tak sudah-sudah
Tuhanku yang maha perkasa!
Semaikanlah dibumi kami cintamu yang tak lekang
Dedahkanlah di dada kami kekuatan yang tak pupus di hadapan segala kesulitan”


Di karanghawu
Lelaki itu melihat warna dalam fajar dalam warna yang murni
Dan dibentangan waktu dan langit biru
Doa-doa itu mengekalkan cahaya di sepanjang pantai
Di atas lembar-lembar kehidupan
Di kedalaman surga rumahnya
Cinta dan tanah airnya.

Asal SEO

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done